15 Alasan Mengapa Profesi Guru Selalu Patut Dibanggakan
1. Dimensi Spiritual
Kewajiban mengajar adalah kewajiban yang diberikan Tuhan kepada semua manusia dewasa, terutama orang tua. Bagi orang tua, mengajar anak-anak sama wajibnya dengan member anama yang baik dan menikahkan. Pilihan menjadi guru adalah pilihan untuk menjalankan perintah Tuhan. Jika diawali niat baik, pekerjaan sebagai guru akan selalu mendatangkan pahala.
2. Montir Peradaban
Kalau mobil rusak, montir akan memperbaikinya dengan cepat. Tapi, bagaimana jika yang rusak adalah mentalitas sebuah bangsa? Banyak orang percaya, mentalitas sebuah bangsa dapat dibangun melalui pendidikan. Pendidikan yang baik, tentu saja. Konon, ketika negaranya porak poranda setelah dibom oleh Amerika, pertanyaan yang mula-mula meluncur dari mulut Kaisar Hirohitoadalah “Berapa guru yang masih hidup?” Kaisar tidak mempermasalahkan berapa banyak bangunan yang hancur. Ia tidak mempertanykan instalasii militer yang porak-poranda. Bagi dia, selama masih ada guru, peradaban sebagai sebuah bangsa bisa dibangun kembali.
3. Pendiri Bangsa adalah Guru
Dari sekian banyak tokoh yang berkontribusi endirikan negara Indonesia, sejumlah guru memberikan kontribusi yang sangat besar. Ki Hajar Dewantara, misalnya, adalah orang pribumi pertama yang memopulerkan nama Indonesia. Pada tahun 1913, ia mendirikan Indonesia Perss Beureu di Belanda. Ki Hajar adalah guru sejati, pendiri Taman Siswa, sekaligus peletak konsep-konsep dasar pendidikan Indonesia. Tokoh nasional lain, meski lebih populer disebut sebagai insinyur, juga seorang guru. Soekarno. Saat ia dibuang di Ende, ia mengajari anak-anak setempat. Hal yang sama dia lakukan ketika ia diasingkan ke Bengkulu. Tampaknya, pria necis ini sadar betul, pendidikan adalah alat yang efektif untuk menyukseskan revolusi Indonesia. Tokoh kiri yang fenomenal, Tan Malaka, juga seroang guru. Ia mendirikan Sekolah Rakyat. Ia menjadi pengajar utama di sekolah ini. Melalui SR, ia menyeberluaskan gagasan patritoik yang menyulut perlawanan terhadap penjajah. Dengan mengajar, Tan Malaka berupaya menggugah kesadaran rakyat bahwa menjadi bangsa terjajah bukan takdir. Dengan mengajar Tan membumbungkan cita-cita bangsa bahwa kemerdekaan bisa diraih dengan perjuangan.
4. Hubungan Batin
Seorang arsitek mungkin akan sangat membanggakan bangunan supercanggih yang dirancangnya. Tapi, dia tidak akan bisa membangun hubungan batin dengan bangnan itu. Bagi guru, hubungannya dengan siswa bukanlah semata-mata hubungan professional. Di antara mereka selalu terjalin hubungan batin. Dari hubungan itulah kasih sayang tumbuh. Maka tidak heran kalau sperjumpaan dengan guru selalu emosional.
5. Memperluas Persahabatan
Menjadi guru berrati menjadi sahabat anak. Dengan begitu, jaringan persahabatan seroang guru aan terus meluas dari waktu ke waktu. Saat salah satu sahabat pergi untuk melanjutkan pendidikan, sahabat lain yang lebih muda datang. Bayangkan, berapa sahabat yang dimiliki seroang guru yang telah mengajar selama 40 tahun?
6. Update Pengetahuan
Tidak ada guru yang tidak mencintai pengetahuan. Profesi guru menuntut seseorang harus lelau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi guru sejati, proses belajar berjalan terus menerus. Guru yang baik dapat memanfaatkan beragam sumber agak pengetahuannya selalu bertambah.
7. Selalu Muda
Bergaul dengan anak-anak membuat guru selalu bisa mengamati kegairahan kaum muda. Tiap hari guru milihat siswanya bermain, tertawa, juga menyaksikan kenakalan-kenakalan mereka. Ini bisa membuat guru bisa lebih awet muda.
8. Rantai Kebaikan
Selain keterampilan dan pengetauan, yang selalu diajarkan guru adalah nilai. Ya, nilai kebaikan. Nilai-nilai inilah yang menyblim dalam diri siswa menjadi prinsip hidup. Jika nilai yang diajarkan guru terus diamalkan siswanya, guru selalu berjasa atas tiap kebaikan siswanya. Jika siswa kemudian menyiarkan kepada orang lain, nilai kebaikan akan terus memanjang seperti rantai yang tidak pernah putus. Subhanallah.
9. Guru adalah Pembelajar
Sebagai manusia, guru bukan sosok yang sempurna. Guru memiliki peluang melakukan kekeliruan. Tapi, karena salah satu tugasnya adalah mengajarkan kebaikan, guru selalu meningkatkan kualitas diri agar kebaikan yang diajarkannya tercermin dalam tingkah lakunya. Oleh karena itu, bagi guru, memperbaiki diri adalah keniscayaan. Mengajar adalah salah satu cara belajar terbaik.
10. Guru Memberi, Bukan Meminta
Ibarat mata air, yang guru lakukan saat menjalankan tugasnya adalah member. Ia senantiasa mengaliri, tanpa harus meminta. Bagi guru sejati, penghargaan terbesar tidak diperoleh “di sini”, melainkan “di sana” – kelak.
11. Panjang Umur
Banyak guru kita yang telah berpulang keharian Tuhan, tapi berkat kebaikannya, ada sejumlah guru yang senantiasa diingat. Betapa indah membayangkan ada siswa yang menyebut nama kita dalam setiap doa.
12. Menyalurkan Kreativitas
Lantaran berhadapan dengan manusia, guru harus selalu berinovasi untuk menemukan strategi pengajaran yang terbaik. Di sinilah guru ditantang terus menggali kreativitasnya. Kreasi inovatif terutama diperlukan dalam strategi penyampaian dan pengembangan media pembelajaran.
13. Paling Bahagia
Sebuah studi yang dirilis Universitas Chicago menyebtukan, salah satu profesi yang paling membahagiakan adalah guru. Guru disandingkan dengan misionrais, seniman, dan penulis sebagai salah satu profesi yang menjanjikan ketenteraman batin. “Profesi mulia ini adalah posisi ideal yang dibutuhkan seseorang yang ingin mendedikasikan diri demi masa depan generasi bangsa,” demikian disebutkan dalam laporan itu.
14. Sejahtera Meski Sederhana
Seorang eksekutif mungkin memerlukan penghasilan di atas 15 juta rupiah agar seluruh kebutuhannya terpenuhi. Itu pun tidak selalu membuatnya merasa sejahtera. Tapi bagi guru, penghasilan Rp3 juta sampai Rp5 juta sudah cukup. Indikator sejahtera bagi guru bukan apartemen, mobil mewah, atau perhiasan, tapi tercukupinya makanan, sandang, rumah, dan biaya pendidikan bagi anak-anak.
15. Siap Dilupakan
Saat memutuskan jadi guru, seseroang tidak berharap akan tampil di publik sebagai orang yang berjasa. Sebaliknya, guru senantiasa berada di belakang panggung. Guru selalu siap dilupakan jusru saat siswa telah suskses. Guru tidak berharap penghargaan meski siswanya telah jadi presiden. Dia akan tetap di ruang kelas dan terus melantunkan doa bagi siswa-siswanya.
Buku Guru Kurikulum 2013
silahkan download Buku Guru Kelas 1, tema 1 Diriku di sini
silahkan download Buku Guru Kelas 1, tema 2 Kegemaranku di sini
silahkan download Buku Guru Kelas 1, tema 3 Kegiatanku di sini
silahkan download Buku Guru Kelas 1, tema 4 Keluargaku di sini
Bulan Ramadhan, Bulan Penuh Pendidikan
Pendahuluan
____Segala puji syukur patut kita panjatkan ke hadlirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada pembaca semua untuk bertemu kembali dengan bulan mulia yaitu bulan ramadhan. Dalam berbagai literatur ternyata bulan suci Ramadhan memiliki banyak julukan selain disebut Bulan puasa, karena didalamnya diwajibkan bagi ummat muslim yang beri-iman untuk menjalankan ibadah puasa.
Bulan Pendidikan
____‘Bulan pendidikan’ atau dalam bahasa arab disebut sebagai ’syahrul at tarbiyah’ adalah salah satu julukan lain yang sering diberikan kepada bulan ramadhan karena ternyata dalam satu bulan dalam satu tahun, disediakan bulan sebagai wahana training atau pelatihan bagi ummat Muslim guna menghadapi berbagai cobaan dan godaan kehidupan dan penghidupan. Mengapa disebut bulan pendidikan (tarbiyah) dan bukan bulan pengajaran (taalim)? Padahal selama ini banyak orang menyamakan antar pendidikan dengan pengajaran.
Pendidikan dan Pengajaran
Karena sesungguhnya terdapat perbedaan mendasar antara pemahaman arti kata Pendidikan dan Pengajaran. Menurut Ki Hajar Dewantara yang diakui sebagai bapak pendidikan nasional Indonesia, Pendidikan diartikan sebagai tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, dengan makna lain, pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Dalam pengertian tersebut tersirat makna bahwa pendidikan membutuhkan waktu yang lama karana terkait dengan pembentukan karakter dan kebiasaan manusia.
Merujuk kepada definisi pendidikan, Menurut UU No. 20 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Kesamaan dalam dedinisi ini adalah bahwa pendidikan itu selalu mengaitkan dengan hal yang bersifat ’soft skill’ yaitu berbagai potensi diri seperti kepribadian dan ahlak, disamping pengendalian diri.
Sedangkan Pengajaran menurut Ki Hajar Dewantara adalah merupakan bagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai bahwa ” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan kecakapan ”. Artinya pengajaran hanya terkait dengan kegiatan penyampaian ilmu sehingga hanya ditujukan secara khusus terhadap akal manusia.
Dalam pemisalan yang sederhana, dari pengajaran kita semua mengetahui bahwa kualitas keimanan itu pasti naik dan turun, selain berdasarkan pengalaman masing masing orang, juga telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW bahwa ”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban). Artinya setiap orang yang belajar akan mendapat ilmu dan mengetahui bahwa iman itu naik-turun. Namun bagaimana untuk menjaga agar iman itu tidak gampang turun, maka dibutuhkan pendidikan sebagai sarana untuk mengubah cara pandang dan kebiasaan yang dapat membuat turunnya iman. Singkatnya, Pengajaran adalah untuk menjadi tahu, dan Pendidikan untuk menjadi bisa dan terbiasa.
Dan bulan ramadhan dapat dijadikan wahana yang sangat tepat untuk mendidik berbagai hal, sejak dari yang bersifat jasmani, pola pikir, hingga masalah hati kita. Intinya dalam bahasa modern salah satu hikmah ramadhan adalah menjadi sarana mendidik dan melatih attitude atau sikap kita.
Pertama, Sikap kita terhadap Allah SWT selaku Sang Pencipta Kehidupan. Jika selama diluar ramadhan kita terbiasa meng-abaikan perintah dan larangan dari Allah SWT, maka selama ramadhan kita dibiasakan mengikuti segala perintahnya, sekalipun terhadap hal hal yang boleh dilakukan pada saat diluar bulan ramadhan. Diantara hal tersebut adalah makan minum di siang hari. Hanya karena perinta Allah SWT sajalah maka seluruh ummat muslim yang menjalankan ibadah puasa harus menahan diri untuk tidak makan dan minum di siang hari. Kegiatan seperti ini mendidik kita untuk selalu patuh tanpa reserve kepada sang Maha Pencipta, bahwa untuk menjalankan perintah-NYA tidak perlu ada ke-enggan-an apalagi memperdebatkannya. Termasuk ketika kita bersegera memenuhi panggilan-NYA berupa adzan pada saat waktu masuk pada waktu Shalat. Ketika ramadhan, setiap ummat yang ber-iman akan membiasakan dirinya untuk bergegas dan tampil melaksanakan shalat berjamaah pada sesaat setelah berkumandang suara adzan.
Kedua, Sikap kita terhadap Nabi Besar Muhammad SAW. Bila selama ini kita jarang melaksanakan sunnah yang menjadi sikap keseharian Rasullullah SAW, maka selama ramadhan kita dididik untuk melaksanakan berbagai sunnah yang diajarkan oleh Beliau. Sunnah untuk melaksanakan sahur, sunah utk melaksanakan shalat rawatib sebelum shalat subuh, sunah melaksanakan dzikir dan wirid setelah shalat subuh, menjalankan shalat dhuha, hingga menyegerakan berbuka puasa dan melaksanakan taraweh pada malam harinya. Rutinitas yang dilakukan selama ramadhan tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan myelin (otot memori) yang menurut Rhenald Kasali sebagai otot yang tumbuh berkembang karena kebiasaan kita melakukan sesuatu, sehingga menjadikan hal yang terbiasa melakukan sunnah pada saat diluar bulan ramadhan.
Ketiga, Sikap kita terhadap kitab Suci Alqur’an. Sebagai manusia ber-akal tentunya kita sepakat bahwa semua benda yang diproduksi oleh pabrik selalu membutuhkan ’manual book’ atau buku manual agar benda tersebut dapat berfungsi optimal sesuai tujuan pembuatannya. Pihak yang berhak dan berwenang serta memiliki otoritas untuk mengeluarkan buku manual tersebut tentu adalah pabrik selaku pihak yang membuat barang tersebut. Karena pihak pabriklah yang mengetahui secara pasti berbagai spesifikasi pembuatannya sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya. Demikian pula dengan penciptaan manusia, tentunya Sang Maha Pencipta selaku pemilik otoritas terhadap ciptaannya, juga mengeluarkan buku panduan penggunaan agar manusia yang diciptakannya berfungsi secara optimum sebagai khalifah di muka bumi. Dan buku panduan itu adalah Kita Suci Al-qur’an. Sehingga supaya hidup kita optimum sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, maka sudah seharusnya menjalankan hidup sesuai dengan arahan dan petunjuk Al-qur’an . Pada saat bulan suci inilah, seluruh ummat diharapkan dapat membuka kembali dan mempelajari buku petunjuk kehidupan ini.
Ke-empat. Sikap terhadap sesama mahluk. Perintah menahan lapar yang diwajibkan dalam puasa, salah satunya dimaksudkan agar kita dapat merasakan kondisi yang dialami oleh sebagian saudara kita yang belum ber-untung. Masih banyak manusia lain yang belum beruntung dapat mengisi kebutuhan perutnya seteratur kita ketika lapar. Mereka bahkan berjuang mati matian untuk sekedar mendapatkan pengganjal perut guna bertahan hidup. Sehingga diharapkan kebiasaan menahan lapar yang dilakukan pada bulan ramadhan dapat membangkitkan rasa empati kita, supaya timbul perasaan kemauan untuk berbagai rezeki dan kebahagiaan kepada saudara kita yang belum beruntung. Itula kenapa Rasul SAW mengajarkan agar kita memperbanyak sedekah pada saat bulan puasa ini, karena Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda atas semua amal kebajikan yang dilakukan pada bulan suci ini.
Ke-lima. Sikap terhadap diri sendiri. Berbagai kebebasan yang kita lakukan diluar bulan ramadhan terkadang tanpa kita sadari membawa dampak buruk kepada kondisi diri kita pribadi baik kondisi jasmani maupun rohani. Bila selama ini kita sering makan dan minum berlebihan sehingga membuat beban kerja yang keras bagai organ organ tubuh kita, maka pada saat puasa inilah kita memberikan kesempatan kepada organ tubuh untuk ber-istirahat sekitar 13 jam dalam sehari. Padahal banyak orang yang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti program detoksifikasi (pembuangan racun dari dalam tubuh), sementara menurut banyak ahli, berpuasa adalah salah satu jenis detoksifikasi yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Demikian juga dengan kondisi rohani kita yang selama ini selalu mengutamakan keinginan hawa nafsu dalam mengarungi kehidupan, maka pada bulan suci ini, kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu agar lebih ter-arah menuju kebaikan.
Dengan demikian, diharapkan setelah mengalami pendidikan dalam waktu singkat selama bulan ramadhan, maka sebagai ummat muslim dapat meraih derajat ketaqwaan sebagai salah satu ciri perubahan yang diharapkan. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan niat untuk merubah menuju kehidupan jasmani dan rohani yang lebih baik. Aamiin…
SUMBER: http://www.kaskus.co.id/thread/53b26a3e96bde6df1d8b4568/?ref=homelanding&med=hot_thread
Foto-Foto Sedih Pendidikan Di Indonesia, SPECIAL HARDIKNAS!!
2. Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui

dari berbagai sumber
Ki Hajar Dewantara, Pahlawan Pendidikan !(Memperingati Hardiknas)
Kilas balik Sang Pahlawan Pendidikan Nasional kita.Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; Beliau di lahirkan pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Ajarannya yang terkenal ialah sistem Among yang terdiri dari tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di Yogyakarta.
Kiprah dan perjuangan beliau patut jadi panutan dan motivasi buat kita. Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi .
Beliau dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)
Beliau mendirikan Perguruan Tamansiswa pada tahun 1922, dimana pendidikan Tamansiswa berciri khas Pancadarma, yaitu 1) Kodrat Alam; 2) Kemerdekaan; 3) Kebudayaan; 4) Kebangsaan; 5) Kemanusian, yang berdasarkan Pancasila.
Buah pikiran beliau tersimpan di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta (di Pusat Perguruan Tamansiswa Yogyakarta). Museum ini di bangun untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.
Galeri Hari Guru
inilah kami, apa adanya, dengan kamera apa adanya juga 🙂
selamat hari guru…professional!
Selamat Hari Guru! Ini Dia Problema yang Dihadapi Oleh Guru Di Indonesia
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (Pasal 1 ayat 1). Definisi tersebut tercantum di dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Kalimat ”Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Guru yang telah melahirkan banyak orang-orang yang berkualitas di negeri ini masih menghadapi bermacam problema yang hingga sekarang tidak kunjung tuntas seperti masalah kualitas guru, jumlah guru yang masih belum memadai, distribusi guru serta kesejahteraan guru.
1. Kualitas Guru.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud) pada beberapa tahun yang lalu telah mengeluarkan program Sertifikasi Guru. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan guru yang berkualitas.
Malangnya, dari hasil uji kompetisi yang telah dilakukan selama tiga tahun terakahir itu menunjukan bahwa kualitas guru di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu dapat dilihat dari program sertifikasi guru tersebut yang memenuhi syarat hanya 2.08 juta guru atau sekitar 70,5 persen. Sedangkan 86.167 guru lainnya belum memenuhi syarat sertifikasi. Tidak hanya itu, saat dilaksanakan uji kompetis guru, rata-rata guru hanya mendapatkan nilai dibawah 50.
Selain dari hasil uji kompetisi, ternyata dari sisi kualifikasi pendidikan guru juga masih rendah yaitu dari 2,92 juta guru hanya sekitar 51 persen yang berpendidikan S-1 atau lebih, sedangkan sisanya belum berpendidikan S-1.
Masalah kualitas guru ini tentu menjadi sebuah PR bagi Kemdikbud untuk segera menuntaskannya, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia bisa lebih berkembang dari sebelummya.
Kualitas guru yang masih rendah ini berdampak pada kualitas pendidikan. Hal itu dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional. Kualitas guru yang rendah ini juga akibat dari problema lainnya yaitu jumlah guru yang masih belum memadai.
2. Jumlah Guru yang Masih Kurang
Jumlah guru yang masih belum memadai juga menjadi problema guru di negeri ini. Di perkirakan pada pada tahun 2010 hingga 2015 mendatang ada sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan yang akan pensiun, sehingga harus segera dicari pengganti untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar.
Jumlah guru yang masih belum memadai ini sangat berdampak pada kualitas guru, yang pada akhirnya berdampak pada mutu pendidikan di negeri ini.
Di beberapa sekolah masih banyak guru yang yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran akibat dari kekurangan jumlah guru. Maka tak heran bila ada guru yang mengajarkan mata pelajaran lain di luar bidang keahliannya.
Sebagai contoh guru Matematika terpaksa mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, atau mata pelajaran lainnya yang tidak sesuai keahliannya karena jumlah guru yang kurang memadai. Tentu problema ini juga patut menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
3. Distribusi Guru
Pendistribusian guru atau penyaluran guru juga menjadi problema yang dihadapi guru di Indonesia. Pendistribusian yang tidak merata serta tidak sesuai kuota mengakibatkan di sejumlah daerah kekurangan guru terutama daerah perbatasan. Sebagian guru enggan untuk menjadi tenaga pengajar di daerah perbatasan dengan berbagai alasan.
Sehingga kehadiran guru lebih banyak tertumpu di perkotaan dibandingkan daerah perbatasan. Padahal kehadiran mereka sangat diperlukan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa ini terutama daerah perbatasan.
Tak heran jika ada yang menjadi guru bukan berasal dari pendidikan yang tinggi seperti S1. Mereka yang mengajar ini biasanya lebih melihat pentingnya masa depan anak-anak perbatasan ketimbang materi yang akan mereka dapatkan dari hasil mengajar tersebut.
4. Kesejahteraan Guru
Kesejahteraan guru itulah yang hingga sekarang masih sering kita lihat. Saat ini masih sering kita lihat bahwa guru yang mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa ini benar-benar dibayar jasanya tanpa upah yang selayaknya. Ironinya hal tersebut kurang mendapat perhatian khusus dari pemerintah di negeri ini.
Tampaknya guru honorer yang benar-benar merasakan hal tersebut. Tidak hanya dibayar jauh dari upah layaknya seorang guru, melainkan juga status resmi mereka yang masih terombang-ambing tanpa keputusan yang jelas. Padahal pada tahun 2010-2015 sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan akan pensiun.
Apabila kesejahteraan guru baik itu PNS atau honerer tersebut masih tidak mendapat perhatian khusus pemerintah, maka negeri ini akan mengalami krisis kekurangan guru. Hal itu dampak dari kurangnya minat generasi muda untuk menjadi tenaga pendidik akibat potret kesejahteraan guru di negeri ini masih kurang diperhatikan oleh pemerintah.
Kisah-Kisah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya (Menyambut Hari Pahlawan)
Bung Tomo, Radio Pemberontakan, dan Teriakan `Allahu Akbar`

Bung Tomo berdusta. Kepada para pemimpin lokal di Surabaya, ia mengklaim mendapat izin untuk mendirikan radio dari Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin. Pada kenyataannya, saat bertemu Amir di Jakarta, izin itu tak diberikan.
Pria bernama asli Sutomo tersebut melakukannya lantaran kecewa berat. Di Jakarta, pasukan Sekutu datang pada 30 September 1945. Para serdadu Belanda ikut rombongan.
Hal yang membuatnya gundah: bendera Belanda berkibar di mana-mana. Saat itu, Bung Tomo masih berstatus wartawan kantor berita ANTARA. Ia juga kepala bagian penerangan Pemuda Republik Indonesia (PRI), organisasi terpenting dan terbesar di Surabaya saat itu.
Sebelumnya, pada 19 Desember, sebuah insiden terjadi di Hotel Yamato atau Hotel Oranye, Surabaya. Sekelompok orang Belanda memasang bendera mereka. Rakyat marah. Seorang Belanda tewas dan bendera merah-putih-biru itu diturunkan. Bagian biru dibuang, tinggal merah-putih, yang langsung dikerek naik.
Sementara, di Jakarta, Bung Karno meminta para pemuda untuk menahan diri, tak memulai konfrontasi bersenjata.
Lalu, Bung Tomo kembali ke Surabaya. “Kita (di Surabaya) telah memperoleh kemerdekaan, sementara di ibukota rakyat Indonesia terpaksa hidup dalam ketakutan,” katanya seperti dicatat sejarawan William H. Frederick dari Universitas Ohio, AS.
Ia mundur dari PRI karena menganggap organisasi yang dipimpin Soemarsono ini terlampau ‘lembek.’ Badan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) didirikannya. Bung Tomo juga mundur dari ANTARA.
Di masa itu, mengundurkan diri bukan perkara sepele. Bung Tomo sempat mau ‘dihabisi’ rekan-rekannya di PRI karena dianggap memecah-belah rakyat.
Kemudian, sebuah radio akhirnya benar-benar didirikan Bung Tomo untuk terus memelihara semangat perlawanan. Radio tersebut diberi nama ‘Radio Pemberontakan’ dan mulai mengudara pada 16 Oktober 1945. Di hari-hari pertama, pemancarnya masih meminjam milik RRI Surabaya.
Penyiar utamanya, ya, Bung Tomo. Dengan suara menggelegar dan intonasi memikat, pria kelahiran 3 Oktober 1920 itu secara rutin muncul untuk menyampaikan pidato. Sebelum dan sesudah pidato, ia selalu selalu meneriakkan “Allahu Akbar.”
Menurut Frederick, berdasarkan penelitiannya untuk Ph.D, cara itu ditempuh demi memikat kalangan santri yang sangat dibutuhkan tapi banyak yang belum tergerak menceburkan diri dalam gerakan perlawanan menyambut kedatangan tentara Sekutu.
Jakarta sesungguhnya tak terlalu suka dengan langkah-langkah suami Sulistina ini. Dianggap terlalu ‘menghasut’ untuk perang, melupakan jalan diplomasi. Tapi, mereka tak bisa berbuat banyak.
K’tut Tantri Mengudara
Siaran juga dilakukan dalam bahasa Inggris. Orang yang melakukannya adalah perempuan Amerika Serikat kelahiran Skotlandia, Muriel Pearson, atau lebih dikenal sebagai K’tut Tantri.
Tantri siaran dua kali dalam semalam. “Tujuannya adalah memberikan penjelasan kepada mereka yang berbahasa Inggris di dunia mengenai kisah perjuangan bangsa Indonesia. Kisah dari sudut pandang rakyat Indonesia sendiri,” tulis Tantri dalam otobiografinya, Revolt in Paradise.

Pada 25 Oktober 1945, pasukan Inggris yang mewakili Sekutu akhirnya tiba di Surabaya. Brigjen AWS Mallaby memimpin. Sehari sebelumnya, Bung Tomo berorasi di radio. Petikannya:
“Kita ekstremis dan rakyat sekarang tidak percaya lagi pada ucapan-ucapan manis. Kita tidak percaya setiap gerakan (yang mereka lakukan) selama kemerdekaan Republik tetap tidak diakui! Kita akan menembak, kita akan mengalirkan darah siapa pun yang merintangi jalan kita! Kalau kita tidak diberi Kemerdekaan sepenuhnya, kita akan menghancurkan gedung-gedung dan pabrik-pabrik imperialis dengan granat tangan dan dinamit yang kita miliki…”
“Ribuan rakyat yang kelaparan, telanjang, dan dihina oleh kolonialis, akan menjalankan revolusi ini. Kita kaum ekstremis, kita yang memberontak dengan penuh semangat revolusi, bersama dengan rakyat Indonesia, yang pernah ditindas oleh penjajahan, lebih senang melihat Indonesia banjir darah dan tenggelam ke dasar samudera daripada dijajah sekali lagi! Tuhan akan melindungi kita! Merdeka! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Pertempuran akhirnya pecah pada 27 Oktober 1945 setelah pasukan Inggris membebaskan sejumlah intel Belanda yang ditangkap sebulan sebelumnya. Mereka lalu mengambil alih beberapa instalasi penting seperti kantor jawatan kereta api, kantor telepon dan telegraf, serta rumah sakit. Tapi, mereka kalah jumlah.
Kontak senjata sempat jeda setelah Bung Karno, Bung Hatta, dan Amir Sjarifuddin datang ke Surabaya. Trio ini datang atas permintaan Inggris yang terdesak. Namun, 3 hari kemudian, Mallaby tewas.
Ultimatum dijatuhkan: para pemimpin Surabaya harus menyerah paling lambat pukul 18.00 pada 9 November 1945. Semua rakyat yang memegang senjata juga harus melakukan hal serupa. Lalu, pembunuh Mallaby menyerahkan diri.
Jika tidak dipatuhi, pada 10 November mulai pukul 06.00, Inggris akan mulai menggempur. Permintaan itu tak dituruti. Pada 9 November, Bung Tomo lagi-lagi berpidato di radio. Nukilannya:
“Saudara-saudara rakyat Surabaya. Bersiaplah! Keadaan genting. Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.”
“Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka. Dan untuk kita, Saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap. Merdeka atau mati! Dan kita yakin, Saudara-saudara, akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah, Saudara-saudara!
“Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!”
Sekutu Nyaris Bertekuk Lutut, Bung Karno `Menyelamatkan`

Sabtu, 27 Oktober 1945. Menjelang siang, sebuah pesawat militer menjatuhkan ribuan pamflet di atas Surabaya. Isi pamflet itu: Sekutu akan menegakkan keamanan dan ketertiban. Hanya tentara Sekutu yang boleh membawa senjata. Jika ada pihak lain yang membawa senjata, bakal ditembak.
Pamflet itu diteken Mayjen. D.C. Hawthorn, Panglima Sekutu untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Pamflet serupa juga disebar di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Tapi, ditanggapi dingin-dingin saja.
Di Surabaya, lain cerita. Mereka sangat Curiga, Belanda memanfaatkan kedatangan Sekutu untuk kembali menjajah dan menumbangkan Republik Indonesia yang masih bayi.
Seluruh senjata diminta diserahkan dalam tempo 48 jam. Namun, selepas magrib, pertempuran telah pecah di berbagai sudut kota.
Brigade ke-49 Inggris, yang mewakili Sekutu di Surabaya dan dipimpin Brigjen AWS Mallaby, berjumlah 6.000 orang. Mereka berhadapan dengan sekitar 30 ribu anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan puluhan ribu rakyat sipil bersenjata.
Selain unggul dalam jumlah personel, pihak Republik juga memiliki 12 tank dan beberapa meriam. Semua hasil rampasan dari Jepang. Pun, dukungan total dari seluruh rakyat tanpa mengenal usia.

Hal lain, pihak Republik sukses memutus pasokan listrik dan air bersih ke pasukan Sekutu. Mereka mati kutu. Di tengah-tengah situasi itu, Sekutu meminta bantuan pimpinan tertinggi Republik.
Pada 29 Oktober pagi, sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris mendarat di lapangan udara Morokrembangan, Surabaya. Pesawat itu membawa Bung Karno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin, dan sejumlah perwira Inggris.
Untuk beberapa jam, trio pemimpin itu berada di markas tentara Inggris. Akhirnya disepakati gencatan senjata.
“Mereka memberikan kepadaku sebuah jip dan mulailah aku menenteramkan keadaan…Aku berkeliling ke seluruh penjuru di mana saja pahlawan-pahlawan muda kami berada…” kata Bung Karno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat.
Dalam perjalanan, konvoi dihentikan. Soemarsono, ketua Pemuda Republik Indonesia (PRI), berdiri di tengah jalan. Ratusan anak buahnya mengepung dengan senjata di tangan. Bung Karno keluar dari mobil.
“Bung, kenapa pertempuran kita hentikan? Inggris sebentar lagi akan kita kalahkan,” kata Soemarsono seperti dicatat Hersutejo dalam Soemarsono: Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 yang Dilupakan.
Bung Karno bersikap tenang dan meminta Amir Sjarifuddin keluar. Soemarsono, yang merupakan kader Amir di Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), tak menyangka patronnya ikut dalam rombongan.
Amir berujar, “Hal ini sudah didiskusikan dengan kawan-kawan di Jakarta. We have to win the war, not the battle.”
Meski kecewa, Soemarsono patuh. Ia mengantar rombongan ke RRI Surabaya. Melalui corong radio, Bung Karno menyerukan seluruh rakyat Surabaya untuk meletakkan senjata. Ditegaskan, Republik tak memusuhi Sekutu yang datang untuk melucuti militer Jepang yang baru takluk di Perang Dunia II.
Keesokan harinya, perundingan digelar. Sekutu diwakili Mallaby dan Hawthorn. Pamflet yang disebar 27 Oktober menjadi sumber perdebatan sengit. Akhirnya, Hawthorn menyatakan pamflet itu ditarik.
Setelah beberapa perjanjian disepakati, pada 30 Oktober siang, para pemimpin Republik kembali ke Jakarta. Tapi, suasana tenang hanya bertahan beberapa jam.
Pada malam harinya, sebuah insiden menewaskan Mallaby. Sekutu benar-benar marah. Inilah yang mengantarkan kedua pihak dalam pertempuran besar-besaran sejak 10 November dan beberapa hari setelahnya.
Kegigihan Arek-Arek Suroboyo Tewaskan Dua Jenderal Inggris

Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan memang banyak meninggalkan jejak-jejak sejarah yang masih sulit diungkap. Masa kejayaan kota itu saat bendera Belanda disobek warna merahnya oleh arek arek Suroboyo di atas gedung Hotel Yamato. Tetapi, masih banyak sejarah menarik yang membuat para sejarahwan pun menduga-duga.
Salah satu kematian Jenderal Inggris, yakni Brigjen Mallaby. Kontroversi kematiannya sampai saat ini masih menjadi teka-teki. Dalam buku ‘Pertempuran Surabaya November 1945’ yang ditulis Des Alwi pun masih menduga bahwa Mallaby tewas karena menjadi korban tembak salah sasaran.
Dalam buku ini, tewasnya Mallaby akibat salah sasaran berdasarkan kesaksian dari Muhamad, tokoh pemuda yang ikut masuk ke gedung Internatio untuk mendinginkan suasana. Di dalam gedung tersebut, Muhamad melihat sendiri tentara Inggris telah menyiapkan mortir yang diarahkan ke kerumunan massa yang mengelilingi mobil Mallaby.
Menurut Muhamad, ia melihat sejumlah mortir di depan jendela yang akan ditembakan ke mobil yang sedang berhenti di dekat Jembatan Merah. Muhamad sudah menduga bahwa mortir yang akan ditembakan guna membuat panik rakyat Indonesia sehingga Mallaby bisa keluar dari mobilnya.
Namun, apa yang terjadi nyatanya berbeda. Walaupun mortir-mortir itu mampu mengacaukan kerumunan massa, tidak berselang lama mobil yang dinaiki Mallaby juga meledak. Hal ini membuat kerusuhan semakin menjadi parah.
Pada akhirnya, jenazah Mallaby yang hangus terbakar dikembalikan kepada pasukan Inggris seminggu kemudian. Pasukan Inggris mengubur jenazah Mallaby di kawasan Tandjung Perak. Dalam buku juga diungkapkan para pasukan Inggris tampaknya tidak sempat mengecek kebenaran tentang mayat Mallaby karena peperangan segera berkobar.
Tewasnya Mallaby membuat Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang mengecam bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri. Tidak hanya itu, melalui kebijakan konyolnya, ia menyuruh setiap orang yang menyerahkan senjata harus mengangkat tangan di atas.
Batas ultimatum adalah pukul 06.00, tanggal 10 November 1945. Karena arek-arek Surabaya tidak mau menaati ultimatum tersebut, maka meletuslah pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Lalu, jenderal Inggris kedua yang juga tewas di tangan ‘arek-arek Suroboyo’ saat itu ialah Brigjen Robert Guy Loder Symonds. Dirinya merupakan Komandan Detasemen Artileri Pasukan Inggris di Surabaya.
Tewasnya jenderal Inggris ini karena diberondong senjata antipesawat udara yang diawaki oleh Goemoen, dari kesatuan BPRS (Barisan Pemberontak Rakjat Soerabaja). Morokrembangan yang dulunya ada sebuah lapangan terbang telah menjadi saksi kegigihan para pejuang Indonesia untuk menjatuhkan pesawat yang dinaiki Jenderal Robert Loder-Symonds.
Kedua jenderal Inggris yang tewas di Surabaya ini kini dimakamkan di di Commonwealth War Cemetary, Menteng Pulo, Jakarta. Khusus untuk Mallaby, walaupun sempat dikuburkan di Tandjung Perak, jasadnya pernah dipindahkan ke pemakaman Kembang Kuning Surabaya. Setelah beberapa bulan, baru dimakamkan di Commonwealth War Cemetary, hingga saat ini.
5 Film Kartun yang Tidak Baik untuk Anak-anak
siapa sih yang tidak suka film kartun?, apalagi anak-anak, terkadang anak-anak kita suka nonton kartun tapi tidak sadar kalau kartun yang kita nonton punya konten/maksud yang negatif. nah padahal kartun sendiri identik dengan anak-anak.. berikut ini kami kemukakan beberapa film kartun yang tidak baik di tonton untuk anak-anak.
1. The Simpsons

The Simpsons adalah sebuah serial kartun komedi Amerika Serikat yang cukup populer. Simpsons diciptakan oleh Matt Groening. Meskipun berformat kartun, The Simpsons merupakan acara yang ditujukan untuk pemirsa dewasa. Tema-tema yang diangkat beraneka ragam dan tak jarang memasukkan topik yang sensitif. Alasan kenapa kartun ini tidak layak buat anak kecil adalah karena dasarnya film ini di peruntukkan bagi orang dewasa, selain itu tingkah si Bart (anak Homer) itu termasuk anak yang nakal, jadi kalau anak kecil menonton film ini ditakutkan bisa terkena pengaruh yang tidak baik.
2. Happy Tree Friends

Ya mungkin nama kartun ini agak asing buat di kenali, tapi kita harus tahu kalau kartun ini memang tidak boleh buat di tonton anak-anak karena adegan yang sadis. Keliatannya sih lucu tapi sadisnya itu lho..
penasaran? silahkan di buffer
3. Tom and Jerry

Siapa yang tidak tahu kartun ini? Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat yang bercerita tentang sepasang kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar.
Nah, kenapa Tom and Jerry ini tidak baik buat anak-anak? mungkin karena sering sekali dalam tayangannya memperlihatkan adegan yang tergolong sadis, kayak Tom yang di bom sama Jerry, atau Jerry di pukul menggunakan palu Tom.
Sebenernya, kalo di pikir-pikir tidak baik juga menonton film kartun ini, apalagi sampai si anak-anak tertawa terbahak-bahak. Kenapa? kesannya kita membiarkan anak untuk tertawa/bahagia di atas penderitaan orang lain. karakter yang tidak baik
4. Crayon Shinchan

Crayon Shin-chan adalah serial manga dan anime karya Yoshito Usui. Tokoh utamanya adalah seorang bocah berusia lima tahun, ia murid taman kanak-kanak yang sering membuat ulah, dan membuat repot semua orang di sekitarnya.
Kalo kartun yang satu ini memang sudah keliatan kalo tidak boleh di tonton anak-anak. Yang bener saja, ada anak yang suka pamer -maaf- pantat, apalagi masih PAUD/TK.belum lagi sinchan yang gemar ngejahilin perempuan. Tidak kebayang kalau anak-anak kita meniru tingkah laku si Crayon Shinchan.
5. Spongebob squarepants

Kartun yang satu ini memang paling melegenda. siapa coba yang tidak tau dan tidak pernah nonton? kartun ini bercerita tentang kehidupan bawah laut. kami rasa yang membuat kartun ini tidak baik itu, karena tingkah laku Spongebob dan Patrick yang terkadang kelewatan bodohnya. kalau yang menonton anak kecil, bisa aja dia ikut-ikutan seperti mereka yang kadang suka melakukan sesuatu tidak pakai otak.
Namun demikian peran orang tua lah yang sangat penting untuk mendampingi serta membimbing anak agar mereka dapat menonton film kartun kesukaannya, syukur syukur film yang bermanfaat dan dapat menumbuhkan sis kreatif anak.
Tips Cara Belajar yang Efektif
Belajar mendadak untuk menghadapi ulangan atau ujian memang tidak baik. Selain tidak Efektif dan Efesien kamu juga akan merasa kelelahan dalam mengejar materi pelajaran yang kamu mau pahami. sebaiknya disini Paling tidak sebulan sebelum ulangan kamu mesti mengulang pelajaran..Bahkan, tiap kali kita pulang sekolah sebaiknya pelajaran yang di dapat di pelajari kembali. kalau kalian sudah menerapkan ini niscaya materi yang banyak bukan menjadi masalah berat.
nah, ini ada sembilan langkah pandai agar waktu belajar kita jadi efisien.
1. Mengerti bukan menghapal!
Ya, manfaat utama mengapa kita mesti belajar yaitu memahami perihal baru. kita bisa hapal 100% seluruh materi pelajaran, namun yang lebih mutlak yaitu apakah kita telah tahu benar dengan seluruh materi yang dihapal itu. lantas sebelum saat menghapal, senantiasa upayakan untuk mengerti dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar.
Agar kita dapat memahami, sekurang-kurangnya bacalah materi baru 2 x dalam 1 hari, yaitu sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh bapak dan ibu guru. Dikarenakan otak telah memproses materi tersebut sejumlah tiga kali , insya Allah akan tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Perhatikan dan hafal kalimat kunci
Terkadang, mau tidak mau kita mesti menghapal materi pelajaran yang agak banyak. Sesungguhnya ini dapat diakali. Buat kalimat kunci dari tiap-tiap hapalan, agar gampang diingat pada waktu otak kita memanggilnya. contoh, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi yaitu mejikuhibiniu, berarti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila serta ungu.
4. Tentukan waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang sangat enak yaitu pada saaat badan kita sehat dan segar. Memang tidak seluruh kita mempunyai waktu belajar enak yang sama. Namun umumnya, pagi hari adalah waktu yang pas untuk berkonsentrasi penuh. Sisa-sisa energi dapat dipakai untuk mengulang pelajaran mengerjakan PR.
5. Buat situasi belajar yang nyaman
Banyak hal yang dapat bikin situasi belajar jadi nyaman. contoh, Kita dapat memutar lagu yang cocok dengan mood dan kesukaan kita. Tempat belajar juga dapat kita cocokkan. Kalau kamu bosan belajar di kamar dapat pindah ke teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai kegiatan belajar kita terasa nyaman.
6. Bentuk kelompok belajar
Bila sedang bosan belajar sendiri, kita dapat belajar bersama dengan teman. Tak perlu banyak-banyak, nantinya tidak efesien. Paling banyak lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari oleh tiap-tiap orang. Kemudia tiap-tiap orang dengan bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke semua teman yang lain. Situasi belajar seperti ini umumnya seru, serta kita dijamin akan sulit untuk mengantuk.
7. Latih sendiri kemampuan kita
Sesungguhnya kita dapat melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada tiap-tiap akhir bab pelajaran, biasanya diberikan soal-soal latihan. Tanpa butuh menanti instruksi dari bapak dan ibu guru, cobalah jawab seluruh pertanyaan tersebut serta periksa sejauh mana kemampuan kita. Bila materi jawaban tak ada di buku, coba bertanya ke bapak dan ibu guru. guru.
8. Kembangkan materi yang telah dipelajari
Bila kita telah mengulang materi serta menjawab seluruh soal latihan, janganlah segera tutup buku. Coba kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buat sebagian pertanyaan yang belum diikutkan dalam soal latihan. Minta tolong bapak dan ibu guru untuk menjawabnya. Bila belum puas, cobalah jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Langkah ini mengajak kamu untuk senantiasa berpikir ke depan serta dan kritis.
9. Siapkan waktu untuk istirahat
belajar bisa keras dan kencang, namun janganlah lupa untuk istirahat. Bila di kelas, gunakan waktu istirahat dengan baik, misal Tiap-tiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah kamu selingi dengan istirahat. Bila pikiran telah jemu, sia-sia saja memaksakan diri. Sesudah istirahat, badan jadi fresh serta otak pun siap terima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian yaitu mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk mengerti materi pelajaran di sekolah. Tak hanya menjawab soal-soal latihan, ada langkah lain untuk mengetes apakah kita telah memahami satu materi atau belum. Cobalah kita terangkan dengan kalimat sendiri tiap-tiap materi yang telah dipelajari. Bila kita dapat menerangkan dengan jelas serta teratur, tidak butuh detil, berarti kita telah memahami.
- 1
- 2
- …
- 4
- Selanjutnya →








</a




